Manchester City: Kami Melakukan Selebrasi Tidak Pantas pada Liverpool

16 Mei 2019

Dikutip dari laman berita harian daftar situs judi bola resmi, Manchester City membantah tuduhan pemain mereka merayakan kemenangan Premier League dengan nyanyian yang berkaitan dengan suporter Liverpool Sean Cox atau tragedi Hillsborough.

Hari Selasa (14/05) kemarin, sebuah video menjadi viral di media sosial. Dalam video itu terlihat para pemain City merayakan kemenangan mereka di dalam pesawat.

Ketika itu mereka dalam perjalanan pulang ke Manchester berakhir menghadapi Brighton. Skuat City menyanyikan chant “Allez, Allez, Allez” karya suporter Liverpool.

Namun lirik chant itu diubah. Dalam lirik hal yang demikian, diduga ada faktor sindiran pada Liverpool, bintang mereka Mohamed Salah, yang dicederai oleh Vincent Kompany.

Ada juga sindiran pada fans The Reds yang sedih setelah pasukan Jurgen Klopp keok dari Real Madrid di Kiev. Selain itu ada juga dugaan sindiran yang ditujukan pada seorang suporter Liverpool, Sean Cox, yang menjadi korban penganiayaan di sekitar Anfield jelang duel melawan AS Roma musim lalu.

Bantahan Manchester City Atas Tuduhan Tersebut

Namun ada juga yang menyebut chants itu menyindir para korban tragedi Hillsborough, yang menewaskan 96 suporter Liverpool. Insiden itu sendiri terjadi pada tahun 1989 silam.

Namun tudingan itu ditentang oleh pihak Manchester City. Mereka bersikeras chants yang dimaksud sudah menjadi chants yang awam mereka nyanyikan selama musim 2018-19 dan mengacu pada final Liga Champions 2018 di Kiev.

“Tiap-tiap dugaan yang berkaitan dengan lirik Sean Cox atau tragedi Hillsborough sepenuhnya tanpa dasar,” tambah pernyataan itu seperti diinformasikan Sky Sports.

Selebrasi itu sendiri membuat banyak suporter Liverpool marah. Sedangkan demikian pihak Liverpool sendiri tidak memberikan komentar apapun berkaitan hal hal yang demikian.

Gampang Jawara

Sebelumnya, legenda Manchester United Gary Neville, berkeinginan agar Josep Guardiola bertahan lebih lama di Manchester City. Seandainya itu terjadi, maka gelar juara akan lebih mudah didapatkannya.

“Aku tidak tahu berapa lama ia akan berada di Inggris. Aku yakin, tim-tim lain juga berkeinginan ia akan pergi lebih pesat. Namun, jika ia bersedia bertahan selama dua atau tiga musim lalu, ia dapat lebih mudah juara,” cetusnya pada situs judi bola indonesia.

“Ia akan memenangkan dua atau tiga gelar juara [Premier League] lainnya dengan mudah,” sambung Neville.